Resep

Surat al-Qur’an Untuk Orang Sakit Parah

Tidak diragukan lagi bahwa Al-Qur’an menjadi obat bagi segala penyakit. Pengakuan Shahid Athar, M.D. seorang Associate Professor Kedokteran Klinis dari Indiana University School of Medicine yang mengatakan bahwa “Kami para dokter, sekarang telah menerima fakta berdasarkan apa yang dialami pasien kami selama berabad-abad, bahwa penyembuhan adalah dari Allah, dan kami hanya alat Penyembuh.” Dan diterangkan dalam Surat Ash-Shuara’ ayat 80 dan Surat Al-‘An’am ayat 17 dibawah ini.

Surat Ash-Shuara’ ayat 80,

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

“dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku”

Bahkan, Allah sendiri membuktikan itu dengan mengatakan dalam Qur’an

Surat Al-‘An’am ayat 17

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”

Penyembuhan dari Al-Qur‘an
Dr. Athar Menjelaskan bahwa “Al-Qur’an bukanlah buku teks kedokteran, melainkan berisi aturan bimbingan yang jika diikuti akan mempromosikan kesehatan yang baik dan penyembuhan bagi pengamalnya. Inilah sebabnya mengapa Al-Qur’an menyebut dirinya sebuah buku penyembuhan,” Sambil mengutip dari beberapa ayat yang berkaitan dengan penyembuhan melalui kitab suci Al-Qur,an sebagaimana berikut.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Yunus: 10:57)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS Al-Isra: 17:82).

Tiga fungsi Qur‘an sebagai penyembuh

1. Memberi efek yang sangat besar terhadap keimana kita kepada Allah SWT yang tidak hanya sebagai pencipta namun juga sebagai Pemelihara dan Penjaga. Serta menjadi manfaat medis dari kewajiban kita sebagai orang muslim yang menggerjakan shalat, puasa, zakat dan haji.

2. Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat muslit untuk mempraktekkan cara hidup sehat dan sesuai dengan trdisi Rasulullah SAW yang menyehatkan. Ada anjuran, ada larangan sehingga tidak asal memakan barang yang dilarang seperti alkohol, daging babi serta tidak melanggar larangan yang berupa homoseksualitas, hubungan seksual dan seks saat menstruasi. Adapun makanan yang dianjurkan adalah madu, buah zaitun, buah, daging tanpa lemak dan menghindari makan berlebihan.

3. Memberi efek penyembuhan langsung dari Qur’an: Lafal Al-Qur,an yang diperdengarkan kepada orang yang sedang sakit atau untuk yang membacanya memiliki efek yang terbukti langsung sembuh. Menurut “echo” inilah yang menjadi kemungkinan besar menggunakan manfaat medis.

Lantunan Suara Al-Qur’an memiliki kekuatan yang sangat dahsyat telah digunakan (nenek moyang kita) untuk meluluh-lantahkan pegunungan. Sekarang di dunia medis, versi miniatur dari gema (echo) digunakan dalam pengobatan untuk memecah batu ginjal (lithotripsy), batu empedu, dan bahkan vegetasi di endokarditis bakteri subendothelial (SBE).

Dr. Ahmed E. Kadi dan rekan-rekannya bahkan telah membuktikan melalui penelitiannya bahwa, “Mendengarkan pembacaan Al-Qur’an yang dilakukan oleh pasien berguna untuk menurunkan tekanan darah, denyut jantung, dan menyebabkan relaksasi otot polos pasien Muslim Arab, Muslim non-Arab dan bahkan di non-Muslim.”

Hasil penelitian tersebut juga membuktikan bahwa secara tertarget,

1. Gema “Alif Lam Mim” (tiga kata pertama dari Surat AlBaqarah, surat kedua pada Qur’an) berfungsi untuk kesembuhan penyakit jantung (dan kelainannya). Sementara
2. Gema “Yaa-siin” pada Surat ke-36 adalah untuk pengobatan kelenjar hipofisis dari otak.

Dengan demikian maka tidak heran jika Rasulullah SAW menekan kita sebagai orang muslim untuk selalu membaca Al-Qur,an bukan dengan cara membaca didalam hati namun harus membaca dengan suara yang nyaring. Rasulullah bersabda, bahwa “Perbandingan antara pembaca senyap dan pembaca nyaring adalah seperti botol parfum ketika ditutup dan ketika dibuka.” (Al-Hadits)  [fadhilza.com]

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button